728x90 AdSpace

  • Latest News

    Total Pageviews

    Diberdayakan oleh Blogger.

    Search

    Minggu, 30 Juni 2013

    Laporan Penelitian Tentang Sampah di Batu Merah (Kota Ambon)


    L A P O R A N
    H A S I L    P E N E L I T I A N

    (S A M P A H     D I     B A T U     M E R A H)


    Di Susun Oleh:
    K E L O M P O K   1 
    -Sofyan Daeng Matana
    -Muhammad Rifai
    -Armin
    -Ilham Esomar
    -Firda Makuituin
    -Wa Tuti

    PROGRAM STUDI BIOLOGI
    FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

    UNIVERSITAS DARUSSALAM AMBON
    2013

    K A T A   P E N G A N T A R

    Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat membuat dan menyelesaikan tugas ini dalam keadaan sehat-sehat wal’afiat. Semoga limpahan rahmat dan karunia-Nya selalu dilimpahkan kepada kita, Amin. Tak lupa pula shalawat serta salam senantiasa kita tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, Keluarga beserta para Sahabatnya yang dengan gigih untuk menyebarka agama Islam ke penjuru dunia.
    Laporan ini disusun berdasarkan hasil penelitian kami di Batu Merah untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Pengetahuan Lingkungan dengan tema “ Sampah di Batu Merah ”. Harapan Kami, semoga Hasi Penelitian ini dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya dan  pada khususnya juga pada teman-teman di Program Studi Biologi.
    Demikian Laporan Penelitian ini kami buat, kami sadar bahwa Laporan ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, olehnya itu saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan. Atas perhatian Dosen Pengasuh Pengetahuan Lingkunagan dan teman-teman kami ucapkan terima kasih.






    Ambon, April  2013



    Kelompok I,



     

    D A F T A R   I S I

    KATA PENGANTAR……………………………………………………………………i
    DAFTAR ISI……………………………………………………………………………..ii
    BAB I PEDAHULUAN
    A.    Latar Belakang…………………………………………………………………..1
    B.     Rumusan Masalah……………………………………………………………….1
    C.    Metode Penelitian………………………………………………………………..1
    BAB II PEMBAHASAN
    A.    Definisi Sampah…………………………………………………………………2
    B.     Sebab Akibat Masalah Sampah di Batu Merah………………………………2
    C.    Peran Pemerintah Kota Ambon………………………………………………..5
    D.    Solusi Penanggulangan………………………………………………………….5
    BAB III PENUTUP
    A.    Kesimpulan……………………………………………………………………….8
    B.     Kritik dan Saran…………………………………………………………………8
    DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………...10

     


    BAB I
    P E N D A H U L U A N

    A.     Latar Belakang
    Dalam kehidupan masyarakat Kota Ambon, masalah sampah telah berada pada titik krusial. Hampir semua sudut Kota Ambon dipenuhi oleh sampah sehingga dapat dikatakan sampah telah menjadi kompetitor utama masyarakat dalam menempati ruang kota ini. Ditambah masalah lingkungan lainnya, dapat terjadi komplikasi masalah lingkungan di Kota Ambon yang akan mengancam kehidupan di kota ini pada waktu mendatang. Ironisnya, di tengah gencarnya upaya Pemerintah Kota Ambon dalam menanggulangi masalah sampah, frekuensinya justru semakin meningkat.
    Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah didefinisikan oleh manusia menurut derajat keterpakaiannya. Dalam proses–proses alam sebenarnya tidak ada konsep sampah, yang ada hanya produk–produk yang dihasilkan selama dan setelah proses alam tersebut berlangsung. Akan tetapi, karena dalam kehidupan manusia didefinisikan konsep lingkungan, maka sampah dibagi menurut jenis–jenisny. Jenis–jenis sampah yang umumnya disosialisasikan kepada masyarakat adalah sampah kering, sampah basah dan sampah beling. Jadi, sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya
    B.     Rumusan Masalah
    Berdasarkan latar belakang di atas, maka yang menjadi pokok permasalahan adalah sebagai berikut:
    ·         Apakah masalah di kota Ambon khususnya Batu Merah  dapat ditanggulangi?
    ·         Bagaimana caranya?

    C.    Metode Penelitian

    Adapun metode penelitian yang kami pakai dalam penulisan laporan ini adalah tindakan langsung ke lapangan atau sasaran penelitian dan perpustakaan.


    BAB II
    P E M B A H A S A N

    A.     Definisi Sampah

    Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya. Secara garis besar, sampah dibedakan menjadi:
    1.      Sampah organik/basah
    Contoh : Sampah dapur, sampah restoran, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah dll yang dapat mengalami pembusukan secara alami.
    2.      Sampah anorganik/kering
    Contoh : logam, besi, kaleng, plastik, karet, botol, dll yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
    3.      Sampah berbahaya
    Contoh : Baterai, botol racun nyamuk, jarum suntik bekas dan lain-lain.

    B.     Sebab Akibat Masalah Sampah di Batu Merah

    Penyebab masalah sampah di Kota Ambon khususnya Batu Merah, sebenarnya hanya pada kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah. Tingginya frekuensi masalah sampah perlu dihubungkan dengan kompleksitas kehidupan masyarakat  dewasa ini. Dalam hal ini, dapat dihubungkan letak sisi kehidupan masyarakat Batu Merah yang berbanding lurus dengan masalah sampah itu sendiri, yaitu:
    1. Intensitas pemakaian tenaga, pikiran dan waktu masyarakat Batu Merah
    2. Intensitas persoalan hidup masyarakat Batu Merah
    Tingginya tingkat pemakaian tenaga, pikiran dan waktu untuk bekerja, belajar dan melakukan aktivitas keseharian lainnya menyebabkan masyarakat Batu Merah lupa atau malas untuk membuang sampah pada tempatnya. Faktor lainnya adalah intensitas persoalan hidup yang dihadapi, biasanya persoalan pribadi, ekonomi dan sosial (terutama pengangguran dan kemiskinan), menyebabkan masyarakat Batu Merah tidak lagi peduli pada lingkungan di sekitarnya. Ketidakpedulian pada lingkungan ini juga menyebabkan material sisa dari aktivitas sehari–hari dibuang di sembarang tempat.

    Gambar 01, Sungai yang berada di Batu Merah
    Dari gambar di atas maka dapat melahirkan tiga perilaku masyarakat Batu Merah yang menjadi penyebab masalah sampah, yaitu:
    1. Perilaku langsung ke bawah,
    2. Perilaku tinggal lempar, dan
    3. Perilaku asal taruh.
    Perilaku langsung ke bawah, artinya perilaku membuang sampah secara langsung dari posisi orangnya. Misalnya, kalau ia di dalam mobil pasti antara dua tempat, lantai mobil atau jalan raya, kalau ia di atas kapal laut pasti antara air laut atau lantai kapal, kalau ia di dalam ruangan (seperti ruang kerja atau ruang belajar) pasti tempatnya lantai ruangan itu, kalau ia di atas jembatan pasti tempatnya air atau kolong jembatan, dan sebagainya.
    Perilaku tinggal lempar. Perilaku ini biasanya terjadi di kalangan anak–anak tapi bisa juga pada orang dewasa. Pada perilaku ini, material sisa yang ada di tangan dilemparkan ke mana saja tanpa mempedulikan tempatnya. Contohnya, seorang anak yang meminum air mineral di pinggir jalan kalengnya kemudian dilemparkan ke sebelah kiri atau kanan anak itu.
    Perilaku asal taruh, merupakan perilaku setengah sadar dalam membuang sampah hal mana sampah telah dikumpulkan dalam wadah yang sesuai tapi pembuangannya pada tempat dan waktu yang tidak sesuai. Contohnya, di lorong yang tidak dilalui kendaraan pengangkut sampah atau pada pukul 07.45 WIT (bukan pada pukul 22.00–05.00 WIT).


    Gambar 02, Kondisi di Batu Merah
    Masalah sampah di Batu Merah dapat ditunjukkan pada kedua gejala berikut ini:
    1. Objek tebar sampah yang paling banyak ditempati adalah sungai (kali) dan got (selokan). Itulah sebabnya pada musim penghujan sering terjadi kebanjiran pada jalan–jalan raya di dalam kota karena got (selokan) tersumbat oleh sampah.
    2. Produksi sampah terbesar di Batu Merah adalah sampah plastik yang berasal dari barang rumah tangga serta pembungkus pakaian, makanan dan minuman instan yang dikonsumsi masyarakat. Jenis sampah ini paling berbahaya karena mengandung polimer yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme pengurai. Sehingga dalam hal ini, kita mesti berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada para pemungut kaleng plastik (dan besi tua) yang telah menyelamatkan Kota Ambon khususnya di Batu Merah dari bencana sampah plastik pada waktu mendatang.
    Umumnya, akibat masalah sampah yang sering terjadi antara lain sebagai berikut:
    1. Mengganggu kebersihan dan keindahan alam;
    2. Mengganggu kesehatan manusia dan kelangsungan hidup makhluk hidup lainnya;
    3. Mengganggu keseimbangan alam (nature equilibirium).
    Gangguan–gangguan inilah yang juga dirasakan masyarakat Batu Merah selama ini. Bidang objek yang paling rentan terhadap sampah adalah air, terutama laut dan sungai (yang bermuara ke laut). Sampah yang ditampung air laut dalam konsentrasi yang besar akan mematikan ikan dan biota laut lainnya yang tentunya dapat merusak ekosistem terumbu karang. Pada kasus Teluk Ambon misalnya, saat ini telah terjadi pendangkalan teluk dan rusaknya ekosistem mangrove dimana sampah juga memiliki kontribusi terhadap kerusakan tersebut.


    C.    Peran Pemerintah Kota Ambon

    Secara umum, upaya Pemerintah Kota Ambon dalam menanggulangi masalah sampah adalah sebagai berikut:
    1. Pendirian infrastruktur pengelolaan sampah, seperti Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST), bak–bak sampah di titik pemukiman masyarakat dan kendaraan pengangkut sampah.
    2. Kampanye kesadaran lingkungan kepada masyarakat, khususnya tentang sampah, baik melalui media ruang (stiker, pamflet dan papan reklame) maupun media massa (media cetak dan elektronik) serta pendidikan lingkungan di sekolah–sekolah (kurikulumnya sedang dalam proses penyusunan).
    3. Pembentukan peraturan perundang–undangan tentang persampahan, seperti Peraturan Walikota Ambon Nomor 66 Tahun 2009 tentang Tertib Sampah dan Instruksi Walikota Ambon Nomor 730/INST/03/2009 tentang Penyediaan Tempat Sampah dalam Kendaraan.
    4. Pelibatan partisipasi masyarakat dengan membentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) di tingkat desa, kelurahan dan negeri.
    Akan tetapi, menurut kami, tingkat efektivitas dari upaya ini sangat tergantung pada keadaan sosial masyarakat dan konsistensi Pemerintah Kota Ambon dalam penerapan aturan, terutama dalam hal pemberian sanksi terhadap pelanggaraannya. Dalam hal partisipasi masyarakat juga dengan memperhatikan pekerjaan BKM di lapangan yang lebih banyak diarahkan hanya pada penyediaan tempat sampah di titik–titik tertentu, maka tingkat efektivitas metode ini juga sangat tergantung pada keadaan sosial masyarakat yang membuang sampah. Dan kalau BKM–BKM yang dibentuk itu berorientasi lingkungan akan dapat efektif tapi kalau orientasinya profit percuma saja.

    D.    Solusi Penanggulangan

    1. Saran Kepada Pemerintah Kota Ambon
    Sampah apabila dikelola secara baik akan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat Batu Merah. Mindset pengelolaan sampah berada di tangan Pemerintah Kota Ambon. Akan tetapi, agar program pengelolaan sampah oleh Pemerintah Kota dapat efektif, maka partisipasi masyarakat Batu Merah juga sangat diperlukan. Terhadap hal itu, berikut ini adalah konsep sederhana yang dapat ditawarkan sebagai solusi kepada Pemerintah Kota Ambon:
    Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik ekonomi, sosial maupun mental. Dengan begitu, program pemerintah yang perlu mendapat kesadaran, perhatian dan partisipasi masyarakat, termasuk penanggulangan sampah, akan direspons secara baik.
    Kedua, mengembangkan Program Kemitraan Organ Masyarakat untuk Pengelolaan Sampah (KOMPOS) di Kota Ambon, yang merupakan strategi pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat secara partisipatif, dalam hal ini organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan khususnya organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) yang berbasis di masyarakat memiliki posisi strategis untuk dijadikan mitra. Kemitraan dengan ormas dan OKP ini dapat dibangun untuk menciptakan partisipasi aktif masyarakat dalam menanggulangi masalah sampah dengan:
    Ø Mengadakan pertemuan dengan masyarakat di tingkat pemukiman untuk membentuk kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang lingkungan hidup, khususnya sampah;
    Ø Menyediakan Agen Lingkungan yang bertugas untuk mengangkut sampah dari rumah–rumah masyarakat di pemukiman tertentu (yang menjadi basis ormas atau OKP tersebut) untuk kemudian dibuang di bak–bak sampah yang tersedia. Biaya operasional agen ini nantinya diperoleh dari iuran masyarakat yang disepakati pada pertemuan bersama;
    Ø Menggalakan aksi–aksi lingkungan, seperti bakti massal, penghijauan dan lain–lain secara periodik dan kontinyu dengan melibatkan anggota ormas atau OKP dan masyarakat.

    Ketiga, penyediaan tempat sampah di setiap sudut kota oleh Pemerintah Kota Ambon, yang didukung dengan kerja sama Pemerintah Kota dengan OKP dan ORMAS.


    Gambar 03, Tempat Sampah
    Dengan kemitraan seperti ini, Pemerintah Kota Ambon hanya memfasilitasi penyediaan tempat sampah dan gerobak pengangkut sampah serta separoh pendanaan bagi operasional ormas atau OKP dalam melaksanakan program dimaksud. Pemerintah Kota Ambon juga dapat membentuk Tim Koordinasi di tingkat kota atau kecamatan dengan jumlah kurang lebih 4–5 orang. Tugas tim ini adalah untuk mengkoordinasikan kegiatan tersebut.

    2. Saran Kepada Masyaraka Batu Merah
    Kita selaku Mahasiswa menyarankan kepada masyarakat Batu Merah agar menerapkan system 4R, dimana system tersebut adalah sebagai berikut:
    Ø  Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
    Ø  Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
    Ø  Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
    Ø  Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang-barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong kresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.


    BAB  I I I
    P E N U T U P

    A.    Kesimpulan

    Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktifitas manusia maupun alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sampah berasal dari rumah tangga, pertanian, perkantoran, perusahaan, rumah sakit, pasar, dan sebagainya.
    Sebab akibat adanya sampah adalah sebagai berikut:
    Ø  Perilaku langsung ke bawah,
    Ø  Perilaku tinggal lempar, dan
    Ø  Perilaku asal taruh.
    Sampah di Batu Merah di akibatka oleh gejala berikut:
    Ø  Objek tebar sampah yang paling banyak ditempati adalah sungai (kali) dan got (selokan). Itulah sebabnya pada musim penghujan sering terjadi kebanjiran pada jalan–jalan raya di dalam kota karena got (selokan) tersumbat oleh sampah.
    Ø  Produksi sampah terbesar di Batu Merah adalah sampah plastik yang berasal dari barang rumah tangga serta pembungkus pakaian, makanan dan minuman instan yang dikonsumsi masyarakat. Jenis sampah ini paling berbahaya karena mengandung polimer yang tidak dapat diurai oleh mikroorganisme pengurai. Sehingga dalam hal ini, kita mesti berterima kasih dan memberikan penghargaan kepada para pemungut kaleng plastik (dan besi tua) yang telah menyelamatkan Kota Ambon khususnya di Batu Merah dari bencana sampah plastik pada waktu mendatang.

    B.     Kritik dan Saran

    Saran kami untuk solusi penanggulanagan sampah adalah sebagai berikut:
    1.      Untuk Pemerintah Kota Ambon:
    Ø  Meningkatkan kesejahteraan masyarakat,
    Ø  Mengembangkan Program Kemitraan Organ Masyarakat untuk Pengelolaan Sampah (KOMPOS) di Kota Ambon,
    Ø  Penyediaan tempat sampah di setiap sudut kota
    2.      Untuk masyarakat Batu Merah
    Ø  Reduce (Mengurangi),
    Ø  Reuse (Memakai kembali),
    Ø  Recycle (Mendaur ulang),
    Ø  Replace ( Mengganti).
    3.      Pemerintah seharusnya lebih tegas dalam menangani masalah sampah dengan membuat undang-undang Daerah yang memberikan sangsi berat bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan, jangan hanya berdiam diri karena masalah sampah adalah masalah yang serius.
    Jadi masalah sampah di Batu Merah sebenarnya dapat ditanggulangi dengan kerjasama dan kemitraan antara Pemerintah Kota dan masyarakat di Batu Merah. Dengan demikian, sampah yang awalnya menjadi sumber masalah akan menjadi sumber berkat bagi masyarakat Batu Merah.
    Demikian hasil laporan yang dapat kami sampaikan, kami sadar bahwa dalam Laporan Penelitian ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, olehnya itu saran dan kritik yang membangun dari teman-teman sangat kami harapkan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    8 komentar:

    1. Wah parah nih..
      ini butuh kesadaran dari seluruh lapisan masyrakat Kota Ambon baik pemkot maupun yang lain untuk menyelesaikan masalah ini.

      BalasHapus
    2. Kami RAJA PLASTIK INDONESIA menjual berbagai produk plastik termasuk tempat sampah plastik yang dijual ke seluruh kota di Indonesia. Kantor kami berada di Jakarta, Telp : 021-87787043 / 081953841039, atau klik website kami di : www.rajaplastikindonesia.com atau www.tempatsampahplastik.net

      BalasHapus
    3. BONUS FREECHIP HARIAN!

      CemePoker merupakan agen Poker Online, Domino, Ceme, dan Capsa yang menyediakan berbagai banyak game dengan 1 user ID saja dan cemepoker di anugerahkan sebagai agen judi poker dengan rating win tertinggi.
      Cemepoker menjamin 100% keamanan para membernya serta pemain Poker kami DIJAMIN 100% Player VS Player.
      Jangan lupa nantikan bonus menarik setiap bulannya dan bonus referal seumur hidup.

      Baca juga :
      https://www.pokerceme.org/fakta-fakta-kartu-remi-yang-belum-anda-ketahui/
      https://www.pokerceme.org/tag/agen-poker/
      https://www.pokerceme.org/tips-jitu-meraih-kemenangan-dalam-game-poker-online/

      Ayo daftar sekarang di pokerceme.org

      BalasHapus
    4. CLAIM BONUS FREEBET SEKARANG JUGA DI ZEUSBOLA !

      Situs Resmi Daftar S128 Sabung Ayam Online Terpercaya Di Indonesia Menerima Deposit Via OVO, ATM , dan Pulsa Dengan Rate Tertinggi !

      Whatsapp Zeusbola

      Link Alternatif ZEUSBOLA : https://zeus303.com/

      Deposit Via OVO


      Deposit Via Pulsa

      Kujungi Juga :

      https://medium.com/@shellynnita88/

      BalasHapus

    Item Reviewed: Laporan Penelitian Tentang Sampah di Batu Merah (Kota Ambon) Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top